Kamis, 19 April 2018

Tugas Bahasa Inggris - Review Materi Semester 1

1. Possessive, Simple Present -e dan -es
Dari namanya saja kita sudah bisa menebak pola kalimat ini, ya...simple present tense yaitu pola kalimat sangat sedehana. Present artinya sekarang atau masa kini. Dalam bahsa inggris pola kalimat present tense digunakan untuk menerangkan kegiatan yang dilakukan sekarang, baik berupa peristiwa, kejadian, aktivitas, dan lain sebagainya yang menyatakan fakta dan kegiatan yang dilakukan secara berulang-ulang pada waktu sekarang. Perlu kita ingat kegiatan, kejadian, peristiwa atau fakta yang diterangkan dalam pola kalimat ini adalah masa sekarang. dari namanya saja kita sudah bisa menebak pola kalimat ini. Present adalah masa sekarang. kalau yang diterangkan waktunya sudah berlalu atau bahkan belum terjadi maka pola kalimatnya bukan present tense lagi, tetapi sudah lain yaitu past tense (masa Lalu) dan future tense (masa yang akan datang).
Rumus pola kalimatnya:
positive         ( + )   : S + V1 (s/es)
negative        ( − )   : S + do/does + not + V1
interrogative  ( ? )    : do/does + subject + V1 ?
Contoh kalimat:
Agar lebih mudah untuk memahaminya, kita mulai dengan bentuk sederhana dulu, mengikuti pola kalimat seperti diatas

1.    Positive ( + )
a.    She reads
b.    She works
c.    She goes
d.    He likes
e.    He plays
f.     It rains
g.    I think
h.    We read
i.      They work
j.      We watch

Pola kalimat diatas sudah mengikuti pola kalimat silple present tense, yaitu S + V1 (s/es). Sebenarnya pola kalimat diatas bias kita kembangkan lagi, bisa kita tambahkan object.
Perlu diingat..!!
Pada contoh kalimat diatas kita bisa lihat perbedaan penggunaan (s/es), tidak sembarang kata kerja bisa ditambahkan (s/es) hanya pada noun yang dapat digantikan dengan subject  pronoun yang berbentuk singular (he, she, it).
Kemudian, jika subjectnya diikuti oleh adjective (kata sifat) atau noun (kata benda) kita harus menggunakan to be: is/am/are. Is digunakan jika subject-nya singular (tunggal)
yaitu he, she, it; untuk  subject-nya plural (jamak); am jika subject-nya  I; sedangkan are jika subject-nya they, we, you.
Contoh:
1.    She is clever.  (dia[perempuan] pintar.)
2.    He is a teacher. (dia[laki-laki] seorang guru.)
3.    It is a book. Ini sebuah buku
4.    I am a student. Saya seorang siswa.
5.    We are students. Kita siswa
6.    They are Australian. Mereka orang Australia.
7.    You are the best. Kamu yang terbaik.

Pertanyaan neh?Kapan verb1 ditambahkan huruf s dan kapan ditambahkan huruf es sehingga menjadi singular verb yang benar dan tepat penggunaannya? Hampir semua singular verb dibentuk dengan menambahkan huruf s diakhir verb1 (i.e. Verb1 + s ). Namun, mengingat jumlah verb sangat banyak, maka yang perlu dipahami/dihafal sekarang adalah kapan kita harus menambahkan es. Ketentuannya adalah jika verb1 berakhiran dengan huruf “o, x, ch, y, th, s,  dan sh” maka Verb1 + es.
Contoh:
Kita sering menjumpai penggunaan V1  yang dibentuk oleh singular verb
V1
V1 + es
meaning
go
do
box
watch
pinch
punch
study
cry
fly
try
press
pass
smash
brush
bath
sooth
wash

goes
does
boxes
watches
pinches
punches
studies
cries
flies
tries
presses
passes
smashes
brushes
bathes
soothes
washes

pergi
melakukan/mengerjakan
bertinju
menonton
mencubit
memukul
belajar
menangis
terbang
mencoba
menekan, tindis
lulus, meloloskan
memukul
menyikat
mandi
menenangkan
mencuci


Penggunaan simple present tense:

1.    Simple Present tense digunakan untuk menyatakan kebenaran umum.
Contoh:
1.    The Earth goes round the sun. (Bumi berjalan mengitari matahari.)
2.    The sun rises in the east and sets in the west. (Matahari terbit di timur dan tenggelam di barat.)
3.    Water boils at 100 degrees Celsius. (air mendidih 100 derajat Celsius.) 

2.    Simple Present tense digunakan untuk menyatakan kebiasan-kebiasaan yang dilakukan oleh subject kalimat (habitual action);
Kebiasaan-kebiasaan yang dilakukan masih berlangsung dan kejadiaan ini mungkin masih akan dilakukan dimasa yang akan dating.
Contoh:
1.    The shops open at 9 o’clock and close at 5.30. (Toko-toko buka pada pukul 09:00 dan ditutup pukul 5.30.)
2.    He works very hard. He starts at 7.30 and finishes at 8 o’clock in the evening. (Dia bekerja sangat keras. Dia mulai jam 7.30 dan selesai pukul 8 malam.)
3.    Andi always drives a car to the campus. (Andi selalu mengendarai mobil ke kampus.)

3.    simple present tense kita gunakan yang berhubungan dengan always/ never/ often/ sometimes/ usually
contoh:
1.    He always gets up at 7 o’clock. (. Dia selalu bangun pukul 7.)
2.    I usually go to work by car but sometimes walk. (Saya biasanya pergi bekerja dengan mobil tapi kadang-kadang berjalan.)
3.    The weather here is not very good. It often rains. (Cuaca di sini sangat tidak baik. Ini sering hujan.)

2. Degrees of Comparison
Pengertian Degree of Comparison
Degree of comparison adalah bentuk adjective atau adverb yang menyatakan perbandingan. 
Ada tiga degree of comparison, yaitu: positive, comparative, dan superlative degree.
Macam, Aturan, dan Contoh Kalimat Degrees of Comparison
1. Positive Degree
Ketika digunakan untuk menyatakan perbandingan, positive degree harus digunakan bersama kata as. Positive degree memiliki bentuk standar tanpa perubahan: big, carefully, difficult, easy, rich, etc.
Contoh Kalimat Positive Degree:
adjective
The task is not as difficult as you imagine.
(Tugas tersebut tidak sesulit yang kamu bayangkan.)

adverb
He drives as carefully as my father in the residential area.
(Dia mengemudi sehati-hati ayahnya di area perumahan.)
2. Comparative Degree


dan comparative adverb digunakan untuk membandingkan dua hal. Kebanyakannya adjective atau adverb satu suku kata ditambahkan akhiran -er, sedangkan dua suku kata atau lebih diawali dengan kata more. Khusus untuk dua suku kata adjective dengan akhiran -y, akhiran tersebut dihilangkan lalu ditambahkan -ier. Ketika berada di dalam kalimat, degree of comparison ini biasanya ditemani kata than.
Contoh Comparative Degree
Contoh Kalimat Comparative Degree
Comparative Adjective
cold-colder, patient-more patient, happy-happier
Your heart is colder than ice.
(Hatimu lebih dingin dari es.)
Comparative Adverb
fast-faster, gently-more gently
I ran faster than you did.
(Saya berlari lebih cepat dari kamu.)
3. Superlative Degree

Baik superlative adjective maupun superlative adverb berfungsi untuk membandingankan tiga atau lebih hal. Mayoritas satu suku katanya ditambahkan akhiran -est, sedangkan lebih dari satu suku kata diawali dengan kata most. Adapun untuk dua suku kata adjective dengan akhiran -y, akhiran tersebut dihilangkan lalu ditambahkan -iest. Ketika berada di dalam kalimat, superlative degree diawali dengan kata the.
Contoh Superlative Degree
Contoh Kalimat Superlative Degree
Superlative Adjective

cold-coldest, patient-most patient, happy-happiest
Your heart is the coldest of all.
(Hatimu adalah yang terdingin dari semuanya.)
Superlative Adverb
fast-fastest, gently-most gently
I run the fastest in my class.
(Saya berlari paling cepat di kelas.)

3. Like Doing, Would Like To Do, Modal Auxiliaries

Like Doing and Would Like To Do
Would like atau biasa disingkat ‘d like merupakan phrase yang digunakan untuk dengan sopan mengatakan apa yang diinginkan atau menawarkan sesuatu (making offers).
Rumus would like to do:
Would like diikuti to infinitive (to + verb) atau noun (kata benda).
Contoh kalimat:
I would like to show you what happens with the data, what we can show with this data.
we would like flowers to grow out on the Net.

Modal Auxiliaries
Fungsinya untuk mengekspresikan willingness (kemauan) atau ability(kemampuan), necessity (kebutuhan), dan possibility (kemungkinan). Kata kerja bantu ini antara lain: can, could, may, might, will, would, shall, should, must, dan ought to.
Penggunaan Modal Auxiliaries:
Can
Digunakan untuk menyatakan ability(kemampuan)
Contoh kalimat:
You can buy anything with your money but, you can’t buy love.
Can I borrow your bikecycle for one day?
Could
Digunakan untuk menyatakan ability(kemampuan) di masa lampau.
Contoh kalimat:
He could not come to your farewell party
Could you bring me a glass of water?
May
 Untuk menyatakan possibility (kemungkinan) dimasa sekarang (present) dan masa depan (future). Modal verb ini untuk meminta izin (permission) yang lebih formal daripada modal verb can.
Contoh kalimat:
- I may get up late tomorrow because I am really tired today.
- May I sit beside you?
Might
seperti may, modal verb ini digunakan untuk menyatakan possibility (kemungkinan) dimasa sekarang (present) dan masa depan (future). Modal verb ini digunakan untuk menyatakan situasi perkiraan yang terbukti tidak terjadi, lain halnya dengan may yang belum terbukti. merupakan bentuk past dari may dimana digunakan untuk meminta izin (permission) yang lebih formal daripada modal verbcould. Dibanding may, Might lebih tidak pasti kejadiannya.
Contoh kalimat:
-I might not be angry if you asked for my permission first.
Will
Will untuk menyatakan willingness (kemauan). Willingness dapat diungkapkan dalam conditional sentence maupun invitation(undangan/ajakan). Modal verb ini untuk membuat keputusan secara spontan/tanpa rencana. Bisa juga digunakan untuk membuat prediksi.
Contoh kalimat:
-  I will come visit you tomorrow.
- The sandstorm willcome tonight.
- I’ll give you a glass of water.
- Will you marry me?
Would
Sama seperti will, modal verb ini dapat digunakan untuk menyatakan willingness (kemauan), namun lebih polite (sopan). Modal verb ini menyatakan sense of probability (kemungkinan). Would juga bisa untuk menyatakan tindakan yang ingin dilakukan dimasa lalu jika dipadukan dengan auxiliar have.
Contoh kalimat;
I would not go anywhere until you give me my money back.
Would you come to my baby shower party tonight?
Shall
Shall digunakan untuk menyatakan simple futureseperti halnya will namun hanya digunakan pada first person (orang pertama) I dan we. Shall jarang digunakan selain untuk polite question untuk first person. Modal verb ini untuk menyatakan obligation (kewajiban) pada formal situation (yang dapat berupa legal document maupun pada saat meeting.
Contoh kalimat:
I shall return the camera to Toni today.
It is really hot here. Shall I turn on the AC?
Should
Should untuk memberi suggestion (saran) atau advice (nasehat).
Contoh kalimat:
I should go now, I have a lot of works to do.
We should meet more often.
Ought to
Ought to digunakan untuk menyatakan apa yang benar atau tepat
Contoh kalimat:
- She ought not to be here.
- I ought to wear high quality running shoes.
Must
Must dipadukan dengan not untuk menyatakan prohibition (larangan). Modal verb ini mengekspresikan obligation (kewajiban) atau necessity(kebutuhan).
Contoh kalimat:
He must be crazy.
You must study hard if you want to get the best score.

4. Kalimat meminta bantuan, cerita yang dialami, ungkapan terimakasih.

Meminta bantuan (asking for help)
Asking for help adalah salah satu bentuk ekspresi yaitu ketika seseorang membutuhkan bantuan. Biasanya menggunakan kata Can, may, could, would.
Contoh kalimat:
Can you help me, please?
Would you helping me out?
May I borrow your pen?
Could you bring it for me?

Ungkapan terimakasih
Biasanya diucapkan ketika telah menerima bantuan dari orang lain ataupun juga menerima pujian dari orang lain.
Contoh kalimat:
I appreciate your timeI appreciate your time
You are so kind, thank you for all you have given to me.
I really felt a sincere kindness when you helped me. Thank you.

Cerita yang dialami
Biasanya cerita atau teks ini berbentuk recount text. teks recount merupakan sebuah bentuk teks yang biasanya digunakan untuk menceritakan kejadian masa lampau. Ciri utama dari teks recount adalah kalimat yang berbentuk lampau atau past tense. Struktur dari recount adalah sebagai berikut. Orientation: paragraf pembuka yang berisi pengenalan dan latar belakang kejadian. Events: paragraf berisi kejadian yang pernah dialami oleh subyek. Reorientation: berisi kesimpulan dari kejadian yang dialami.
Contoh recount teks bisa dilihat pada paragraf dibawah ini:
On my fantastic school holidays I had a lot of things to do. First, I went to my best friend’s house for a sleep over because my whole family went out. I also went to the cinema with my lover to see movie. It was a very funny movie. The next morning I went to my grandparent’s house with my dad and my brother. My mother did not join us because she had to to do with her job activities. On the second Monday I went to the cinemas again to see Monsters University. It was really funny movie. My favorite character was Mike Wazowski. I went to see that movie with my mom and my brother. When it came to Wednesday, Taylor came for a play and we had a picnic at the park but after a while Tay had to go home earlier. That was a great holiday
5. Adjective dan Adverb
Adjective adalah kata yang digunakan untuk menerangkan kata noun (benda) ataupun pronoun (kata ganti) yang dapat berupa makhluk hidup, tempat, atau konsep abstrak. Seperti contoh:
                  She’s an excellent teacher
                  I got those old clothes from flea market in Jakarta
Sedangkan, adverb adalah kata keterangan. Adverb dan adjective memiliki kesamaan. Jika adjectives menambahkan kejelasan arti pada benda, adverb menambahkan kejelasan terhadap kata kerja.
Adverb dapat dibentuk hanya dengan menambahkan –ly pada adjective

Adjective
Adverb
beautiful
beautifully
bad
Badly
simple
Simply
easy
Easily

Tetapi, beberapa adjective tidak berubah bentuk, jadi dengan kata lain
adjective sama dengan bentuk adverb, seperti: fast, straight, hard, early, etc.
Perbedaan antara adjective dan adverb:
Adjective
Noun: the class is so good. ‘good’ menerangkan ‘class’
Pronoun: he is clever. ‘clever’ menerangkan ‘he’

Adverb
Verb: he is working hard. ‘hard’ menerangkan ‘working’


6. Modal have to, don’t have to, dan musn’t serta past continuous
Modal have to, don’t have to, dan musn’t                
‘Mustn’t to’ dan ‘don’t have to’ berarti hal yang sama bahwa kita tidak diwajibkan untuk melakukan sesuatu. Perbedaan yang terletak hanyalah ‘must’ digunakan dalam waktu sekarang (present tense), contoh: I mustn’t be as clean as possible. Sedangkan  ‘don’t have to’ memiliki bentuk-bentuk lampau (past tense), contoh: I hadn’t to do chores when I was child. Serta memiliki bentuk-bentuk yang akan datang (future tense), contoh: I won’t going to market tomorrow.
Past continuous/past progressive tense

Past continuous adalah kata kerja yang digunakan untuk menyatakan bahwa
suatu aksi sedang terjadi, tetapi di masa lampau. Tetapi, aksi tersebut telah dimulai, namun belum selesai pada saat itu juga.
                                   
                  Positif: S + be (was/were) + present participle (v-ing)
“the team was running”
                 
Negative: S + be (was/were) + not + present participle (v-ing)
                                                      “the team wasn’t running”
Interrogative: be (was/were) + S + present participle (v-ing)
                                                      “was the team running?”
Penggunaan past continuous antara lain:
Untuk menunjukan aksi dimulai, berlangsung, dan berakhir pada masa lalu, seperti contoh Ryan was eating lunch at 12.00
Berarti, Ryan telah makan dan selesai di masa lalu. Kesimpulannya adalah saat ini Ryan tidak sedang makan.
Untuk menunjukan aksi pertama terjadi terlebih dahulu dan saat masih berlangsung, aksi kedua terjadi. Seperti contoh: Mr. Budi was watching movie when the lamp fell on the floor. Berarti, lampu yang jatuh terjadi pada saat setelah Mr. Budi sedang menonton filmnya.
Untuk menunjukan 2 aksi bersamaan. Shinta was reading a book while Andi was talking on the phone. Berarti Shinta membaca buku disaat yang bersamaan dengan Andi yang sedang berbicara di telpon.

7. Pengertian Adjective Clause

Adjective clause atau relative clause adalah dependent clause yang berfungsi sebagai adjective dan menjelaskan noun atau pronoun pada main clause dari suatu complex sentence (kalimat yang terdiri dari independent clause dan satu atau lebih dependent clause).
Posisi adjective clause selalu mengikuti noun atau pronoun yang diterangkannya. Di dalam kalimat, noun atau pronoun itu. Berfungsi sebagai subject atau object. Adjective clause dimulai dengan suatu kata yang disebut relative prounoun (who, whom, that, which, whose, etc) yang berfungsi menjembatani hubungan dengan noun atau pronoun yang diterangkannya.
Contoh Adjective Clause pada Complex Sentence

Complex Sentence:

Independent Clause + Adjective Clause

Adjective Clause:

Relative Pronoun +/- S*+V

Keterangan:

*Relative pronoun (who, which, that) dapat berfungsi sebagai subject jika tidak ada subject.

Relative Pronoun pada Adjective Clause

Di dalam adjective clause suatu relative pronoun berfungsi sebagai subject, object, atau possessive.
Contohnya sebagai berikut.
Fungsi
Relative Pronoun
Contoh Adjective Clause
Subject
who, that, which
that was made of cheddar cheese.

Pembuktian:

coba substitusi dengan “It” (subjective personal pronoun)
Object*
whom, that, which, who
which I want to buy

Pembuktian:

coba substitusi dengan “it” (objective personal pronoun)
Possessive
whose
whose house has burned down

Pembuktian:

coba substitusi dengan “his” (possessive personal pronoun)


Relative Adverb.
Sementara itu, relative adverb adalah klausa yang diawali dengan kata where, when dan why yang juga berfungsi untuk menjelaskan atau menggambarkan kata benda (noun).
Contoh:
This is the place where we met last year (Ini adalah tempat – dimana kita bertemu tahun lalu). Kalimat intinya adalah this is the place. Sementara klause “where we met last year” adalah adjective clause yang menjelaskan the place.

Contoh Kalimat Adjective Clause.

The car that I bought last year was belong to my neighbor.
I don’t know the man who came in to your home.
I will donate my money to whom ask for it first.
The man whose hat is white is my uncle.
We have arrived to the town where I was born.

Modal Auxiliaries
Modal auxiliary adalah sekelompok kata bantu yang merupakan bagian dari auxiliary yang memberikan tambahan arti pada suatu kalimat.  sehingga dapat disimpulkan bahwa modal auxiliary verbs merupakan kata kerja bantu yang berfungsi untuk menambahkan arti khusus pada main verb (kata kerja utama), seperti untuk menunjukkan hal yang akan terjadi (futurity), kemampuan (ability), perizinan (permission), kemungkinan sesuatu (possibility), dan lain sebagainya.
Bagian Modal Auxiliary
Secara umum modal Auxiliary terbagi kepada dua bentuk, yaitu modals dalam bentuk present dan modals dalam bentuk past. Untuk lebih jelasnya perhatikanlah tabel berikut ini.
Modals (Present)
Modals (Past)
Meaning
Can
Could
Bisa/ Dapat
May
Might
Boleh
Will
Would
Akan
Shall
Should
Akan/ Seharusnya
Must
Ought to
Harus
Jenis-jenis modals di atas harus dipahami karena sangat sering digunakan dalam percakapan Bahasa Inggris sehari-hari. Lalu, berikut ini adalah contoh dari kalimat yang menggunakan modals.
Rumus Modals
Positive (+)
S + Modal + V1 + ( O )
Negative (-)
S + Modal + Not + V1 + (O)
Interrogative (?)
Modal + S + V1 + (O) + ?


Contoh:
Positive (+)
Negative (-)
Introgative (?)
He can walk on the fire
(Dia bisa berjalan diatas api)
He can not walk on the fire
(Dia tidak bisa berjalan diatas api)
Can he walk on the fire
Apakah dia bisa berjalan diatas api?
You may read my book
(kamu boleh membaca bukuku)
You may not read my book
(kamu tidak boleh membaca bukuku)
May I read your book?
(Bolehkah saya membaca bukumu?)
John will invite you
(John akan mengundangmu)
John will not invite you
(John tidak akan mengundangmu)
Will John invite me?
(Apakah John akan mengundangku?)
Students must enter the class at 07.00 AM
(Murid-murid harus masuk kedalam kelas pukul 07.00 AM)
Students must not enter the class at 07.00 AM
(Murid-murid tidak harus masuk kedalam kelas pukul 07.00 AM)
Must students enter the class at 07.00 AM?
(Haruskah murid masuk ke dalam kelas pukul 07.00 AM?)
She shall come to my party
(Dia akan datang ke pestaku)
She shall not come to my party
(Dia tidak akan datang ke pestaku)
Shall she come to my party?
(Apakah dia akan datang ke pestaku?)




Aturan-Aturan Penggunaan Modal Auxiliary
Ada beberapa aturan dalam penggunaan modals. Yaitu : 
Modal auxiliary tidak mempunyai akhiran –s, –es, –ing, atau –ed. Untuk menunjukkan waktu dapat ditambahkan adverb (kata keterangan) ke dalam kalimat tersebut, seperti Tomorrow, Every day, Yesterday, dan lain sebagainya.
Dalam sebuah kalimat tidak boleh terdapat lebih dari satu modal auxiliary. Namun jika terpaksa untuk melakukannya, maka yang kedua dapat digantikan dengan kata yang bersinonim dengan modal tersebut.
Main verb setelah modal auxiliary selalu berupa bare infinitive (infinitive tanpa tambahan ‘to’). Kalimat nominal (kalimat dengan main verb berupa be) dapat menggunakan be.
Jika modal auxiliary bentuk lampau maka kata kerja yang digunakan harus kata kerja bentuk pertama (infinitive).
-They could sing at the karaoke until midnight.
Kalimat tanya (interrogative sentence) dibentuk dengan menempatkan modal auxiliary di depan kalimat.
-Can your father speak English well?
-Could you contact him last night?
Kalimat menyangkal (negative sentence) dibentuk dengan menambahkan not sesudah modal auxiliary. Would, must, can, need, could, should, dengan not sering ditulis dalam bentuk singkat (contraction form), yaitu shouldn’t, can’t, couldn’t, mustn’t, wouldn’t dan needn’t.
will dan would biasanya disingkat menjadi ‘ll dan ‘d.
-She’ll call him back after dinner.
Jika shall not dan will not ditulis dalam bentuk singkat menjadi shan’t” dan “won’t.
-Mother won’t give the money unless you beg her to give you some money
Mother shan’t give the money unless you beg her to give you some money
Jika can dan not tidak ditulis dan bentuk singkat (contraction form), can not dijadikan satu kata, yaitu cannot.
Untuk membentuk question taq, modal auxiliary ditempatkan di belakang kalimat. - Jessica can study the math, can’t she?

Jenis – Jenis Modals

1. Can/Could
Kata can/could memiliki beberapa fungsi yang berbeda dalam penggunaannya di setiap kalimat. Ada yang berfungsi untuk menyatakan kemampuan, menyatakan kemungkinan, menyatakan perizinan, atau menyatakan permohonan dengan cara yang sopan.
Fungsi dari Can/Could
Untuk lebih jelasnya perhatikanlah tabel berikut ini:
Menyatakan kemampuan
Menyatakan kemungkinan
Menyatakan perizinan
Menyatakan permohonan (sopan)
She can write very well
(Dia bisa menulis dengan sangat baik)
It could be wrong
(Itu mungkin salah)
You can borrow my car tomorrow night
(Kamu boleh meminjam mobilku besok malam)
Can I borrow your pen?
(Bolehkah saya meminjam pulpenmu?)
Tomy could not bring this heavy bag
(Tomy tidak bisa mengangkat tas yang berat ini)
I can meet you if I get permisson from my boss
(Aku bisa bertemu denganmu jika aku mendapatkan izin dari bos)
You can play this game after doing your homework
(Kamu boleh memainkan game ini setelah mengerjakan PR-mu)
Could you please tell me where the bathroom is?
(Bisakah kamu memberitahuku dimana kamar mandi?)
Note: Dalam hal kesopanan, kata could lebih halus dan sopan dari pada can.
2. May/Might
Kata may/ might memiliki beberapa fungsi yang berbeda dalam penggunaannya di setiap kalimat. Ada yang berfungsi untuk menyatakan kemungkinan dibawah 80% dan untuk menyatakan perizinan. Untuk lebih jelasnya perhatikanlah tabel berikut ini.
Menyatakan kemungkinan (<80%)
Menyatakan perizinan
Angga does not come to the office today, he may be sick.
(Angga tidak datang ke kantor hari ini, dia mungkin sakit)
You might meet your family.
(Kamu boleh menjumpai keluargamu)

Bela might not be happy because I am here now.
(Bela mungkin tidak senang karena aku sekarang ada disini)
May I take your notebook?
(Bolehkah aku mengambil catatanmu?)



3. Must/ Had to
Kata must/ had to memiliki beberapa fungsi yang berbeda dalam penggunaannya di setiap kalimat. Ada yang berfungsi untuk menyatakan keharusan dan untuk menyatakan kepastian. Untuk lebih jelasnya perhatikanlah tabel berikut ini.
Menyatakan keharusan
Menyatakan kepastian
You must do it now!
(Kamu harus melakukannya sekarang!)
She hurt your finger with knife, it must be pain.
(Dia melukai jarimu dengan pisau, itu pasti sakit)
You must not gotta angry.
(Kamu tidak boleh marah)
Since you do not read the book and practice, you must not pass the national examination
(Karena kamu tidak membaca buku dan melakukan latihan, kamu pasti tidak akan lulus ujian Nasional)
We had to keep this key.
(Kita harus menjaga kunci ini)
4. Shall
Kata shall memiliki beberapa fungsi yang berbeda dalam penggunaannya di setiap kalimat. Kata shall umumnya digunakan pada pronoun ‘I & We’ saja. Shall digunakan untuk menyatakan suatu rencana dan untuk menyatakan saran dalam kalimat tanya. Untuk lebih jelasnya perhatikanlah tabel berikut ini.
Menyatakan rencana
Menyatakan saran
We shall return this poster next month.
(Kami akan mengembalikan poster ini minggu depan)
It is too dirty here. Shall I broom the floor?
(Disini sangat kotor sekali. Bagaimana jika aku menyapu lantainya?)
I shall not resend your message tonight
(Aku tidak akan membalas SMS mu malam ini)
He shall ask me if I have another pen.
(Dia sebaiknya bertanya padaku apakah aku mempunyai pulpen yang lain)
5. Should
Should sering digunakan untuk menyatakan saran. Dalam penggunaannya should berarti ‘sebaiknya atau seharusnya’. Should berbeda dengan must, sebab should tidak mengharuskan seseorang untuk melaksanakan saran yang diberikannya.
Contoh:
- You look so pale, you should go to the doctor.
(Kamu terlihat sangat pucat, kamu sebaiknya pergi ke dokter)
-He should tell me where he will go
(Dia seharusnya memberitahuku kemana dia akan pergi)
-Should I give her my phone?
(Haruskah aku berikan dia handphoneku?)

Penggunaan conjuction ‘because’ dan ‘so’
Because
Because digunakan untuk menggabungkan dua klausa yang menunjukkan adanya sebab akibat.
Contoh :
Everybody at home because it was raining.
(Semua orang berada dirumah karena sekarang sedang hujan.)
So
So digunakan saat menunjukkan hasil dari sesuatu atau akibat dari sesuatu.
Contoh :
I like reading so I buy five books.
(Aku suka membaca jadi aku membeli lima buah buku)
8. Apology Phrases, possessive pronoun, first conditional
                  Apology Phrases adalah pengekspresian meminta maaf dalam Bahasa inggris. Contoh ungkapan expressing of apology:
Sorry …..
I am very sorry …
I apologize for ….
Please excuse me….
Please accept my apology …
Contoh ungkapan untuk respond to apology:
Never mind…
It doesn’t matter …
That’s all right …
That’s ok….
Please don’t be worry …
Contoh dialog :
Hana : “Dad, I am sorry, I forget to feed Bucky”
Father: “What? How could you forget? Oh, its okay… Never  mind. But next time don’t forget it.”

                  Possessive pronoun adalah pronoun (kata ganti) yang berfungsi untuk menunjukan kepemilikan . didalam suatu kalimat, kata ini dapat menempatkan posisi sebagai Subject, Subject Complement, atau Dirict Object.
Contoh kalimat:
I hate my job. Do you hate yours?
That car was mine.
Ours  is more fragile than theirs.
Whose wallet is this? Its hers.

                  First Conditional adalah conditional sentence yang digunakan ketika hasil dari conditional memiliki kemungkinan untuk berwujud di masa depan karena condition-nya realistic untuk dipenuhi.
Rumus First conditional
If diawal kalimat
If + simple present, ( Will + bare infinive)/Imperative
If ditengah kalimat
( Will + bare infinive)/Imperative) + If + simple present
Contoh kalimat:
If I have free time I will go swimming.
If you meet Andy, ask him to call me.
If you don’t finish your homework. Your teacher will be angry.
If they invite you, will you come?

9. COUNTABLE AND UNCOUNTABLE NOUNS
Countable nouns adalah kata benda yang dapat dihitung secara langsung, misalnya one apple, two apples, three bananas dan sebagainya. Countable nouns juga dapat menggunakan artikel a atau an dan juga dapat dibuat jamak. Contoh kata benda yang dapat dihitung : person, box, coin, animal, bottle, table, cup, plate,chair, bag, cat, dog, glass, book, man, baby house, dan lain-lain.

Contoh :
I have a book and two pencils.
Adit has a sandwich and an apple for breakfast.
Do you like these photos?
Uncountable nouns adalah kata benda yang tidak dapat dihitung. Contohnya adalah water. Kata tersebut tidak bisa dikatakan a water atau two waters, tetapi dapat digunakan dengan menyisipkan kata benda lainnya, contohnya a glass of water. Contoh kata benda yang tidak dapat dihitung: rice, love, sugar, assistance, cheese, coffee, fun, money, advice, tea, music, art, sand, air, dan lain-lain.
Contoh :
There are a lot of beautiful art that you can enjoyed in the museum.
Give me a handful of rice.           
Litte Jake make a castle from the pile of sand.

QUANTIFIER
Quantifier adalah kata atau kelompok kata yang digunakan untuk menyatakan jumlah (how many atau how much). Bentuk quantifier mungkin simple hanya terdiri dari satu kata (contoh: few, little, many), atau complex berupa frasa (contoh: a lot of, none of, a couple of).
Quantifier umumnya digunakan sebagai determiner yang berfungsi membatasi noun. Posisinya di depan noun membentuk noun phrase (contoh : few workers. Keterangan: few = determiner = modifier kata benda “workers”). Namun, quantifier dapat pula berdiri sendiri sebagai pronoun, tepatnya indefinite pronoun (contoh : few come on time. Keterangan: few = pronoun = subjek kalimat).
Contoh :
None of his sport shoes is in a good condition.
Ria has a little money in her pocket.
She has a lot of cats.

PRESENT PERFECT WITH YET, JUST, ALREADY, FOR, SINCE, USED TO

Yet
Kata ini digunakan ketika membicarakan sesuatu yang diprediksi akan terjadi. Kata ‘yet’ memiliki arti sebagai ‘at any time up to now’. Kata ‘yet’ bisa digunakan untuk kalimat tanya, kalimat positif dan negatif. Kata ini biasanya muncul di akhir kalimat.
Contoh :
Have you finished your homework yet? The speaker expects that the homework will be finished.
I haven’t finished it yet. I’ll do it after dinner.

Just
Kata ini biasanya digunakan hanya pada saat penggunaan present perfect tense. Kata ‘just’ sendiri memiliki arti sebagai beberapa saat lalu. Jadi, bisa disimpulkan kejadian yang menggunakan kata ‘just’ berarti baru saja lewat sebentar. Di dalam present perfect, kata ‘just’ muncul di antara the auxiliary verb (have) dan past participle.
Contoh :
I’ve just seen Susan coming out of the cinema.
Mike’s just called. Can you ring him back please?
Have you just taken my pen? Where has it gone?

Already
kata ini biasanya digunakan untuk mengatakan sesuatu yang telah terjadi lebih dulu atau lebih awal daripada kemungkinan terjadinya. Penempatan kata ‘already’ biasanya di tengah kalimat.

Contoh :
I’ve already spent my salary and it’s two weeks before pay day.
The invited guests has already come.


For
Dalam present perfect tense for digunakan untuk menjelaskan periode waktu suatu kegiatan itu dilakukan dengan kata lain berapa lama kegiatan itu telah terjadi.

Contoh :
Rio has slept for 3 hours.
She has lived here for twenty years.

Since
Kata keterangan yang sering dipakai dalam present perfect tense. Kata since digunakan untuk menjelaskan kapan suatu kegiatan itu dimulai.

Contoh :
I have lived in Jakarta since 1997.
We have taught at this school since 1965.

Used to
digunakan untuk mengungkapkan sebuah aktivitas atau kejadian di masa depan atau kebenaran di masa lalu yang pada saat ini sudah tidak pernah dilakukan.

Contoh:
They used to wanna hear us.
Did you use to read comic book every day?

10.  Gerund and infinitives vocabulary polite request
                  Gerund adalah kata kerja yang berbentuk –ing (present Particple) yang berfungsi sebagai kata benda yang menamai suatu aktivitas daripada orang atau benda. Setiap kata kerja aksi dapat dibuat menjadi gerund.
Contoh vocab:
playing
crying
barking
riding
sliding
dying
beggining
begging
Contoh kalimat:
Jogging is a hobby of  mine.
Daniel quit smoking a year ago.
 I look forwatd to helping  you paint the house.
Paul avoids using  chemicals on the veferables he grows.

Infinitive adalah bentuk kata kerja yang bertindak sebagai bagian lain dalam kalimat. Ini dibentuk dengan bentuk basis + dari kata kerja. Ex: to buy, to work.
Contoh kalimat:
Jim always forget to eat.
To travel around the world requires a lot of time and money.
You promised  to buy  me diamond ring.
Tara has the ability to succeed.
Do you want to call ypur family now?

11. FUTURE PRESENT WILL, GOING TO, PRESENT CONTINUOUS
Perbedaan Will dan Going to serta Present Continuous Tense. Sebenarnya ketika melihat perbedaan will dan going to maka kita juga harus menyertakan present contiuous karena tense yang menunjukkan perbuatan yang akan terjadi di masa depan tidak hanya simple future dan to be going to, melainkan juga present continuous tense. Walaupun banyak yang mengatakan bahwa fungsinya sama saja, namun sebenarnya terdapat perbedaan pada fungsi ketiga tenses tersebut jika dilihat dari sisi penekanan peluang terjadinya rencana di masa akan datang. Baiklah sekarang mari kita cari perbedaan will dan going to serta present continuous dengan memperhatikan tiga contoh di bawah ini:
bentuk present continuous tense
Dont worry ma, I am eating, (Tidak usah khawatir ma, aku pasti akan makan)  

bentuk tense to be going to
I am going to visit your home, (aku akan pergi ke rumahmu)

bentuk simple future tense.
I will travel to America if I have money. (Aku akan jalan-jalan ke Amerika kalau punya uang)

12. Symptoms of Ilness (Gejala penyakit)
Kata illness lebih cenderung kearah perasaan yang bersifat subjective, artinya tidak ada alasan atau penyebab yang benar benar jelas yang melatar belakangi kondisi ini, atau bisa dikatakan si subject atau penderita hanya merasa tidak nyaman atau sakit tanpa tau penyebabnya apa. Namun saat penyebab yang melatar belakangi illness ini sudah bisa diketahui atau diidentifikasi, maka kondisi nya pun berubah. Illness adalah sebuah kondisi dimana seseorang merasakan sakit atau tidak nyaman yang tidak diketahui secara pasti alasan atau penyebabnya. Illness merujuk pada perasaan tidak enak yang dialami subject. Illness tidak merujuk pada penyakit tertentu, tapi lebih ke arah yang dirasakan oleh subject seperti tidak nyaman, kelelahan, atau rasa tidak enak badan secara umum. Saat kita merasa “nggak enak badan” , biasanya kita akan berkonsultasi atau berobat ke dokter. Saat berkonsultasi dengan dokter, umumnya kita sudah memiliki dugaan awal tentang penyakit kita, dugaan awal ini biasanya dipengaruhi oleh asumsi yang berkembang secara umum di masyarakat. Seperti misalnya “suhu badan tinggi” berarti sakit demam, atau “nafas tidak sedap” berarti panas dalam, dan berbagai konsep lainnya tentang kondisi kesehatan tubuh yang sudah terbentuk di masyarakat, contohnya: Seseorang merasa tidak enak badan (illness).

13. Action of state verbs
Pengertian Action Verb
Apa yang dimaksud dengan Action Verb? yang dimaskud dengan action verb adalahkata kerja untuk menyatakan bahwa subject sedang melakukan suatu aksi atau untuk menyatakan bahwasesuatu terjadi. Kata kerja ini disebut juga dynamic verb berupa tindakan atau kondisi fisik.
Pengertian Stative Verb
Apa yang dimaksud dengan stative verb? yang dimaksud dengan Stative Verb adalah kata kerja yang tidak untuk menyatakan aksi melainkan untuk menyatakan kondisi yang tidak (atau cenderung) berubah.


1. Action Verb
Beberapa contoh action verb berdasarkan jenisnya adalah sebagai berikut:
a. Jenis Activities
Kata jenis activities misalnya eat, listen, play, walk, dan work.

Contoh kalimat:
They are playing badminton at the stadium. (Mereka sedang bermain badminton di stadion.)
My mother eat an apple at the kitchen. ( Ibuku memakan apel didapur)
b.  Jenis Process
Kata jenis Process misalnya change, grow, melt, shorten, dan widen.
Contoh kalimat:
Rose grow fast.(Bunga mawar tumbuh dengan cepat.)
everything has change ( semuanya telah berubah)
c. Jenis Momentary actions
Kata jenis Momentary actions misalnya hit, jump, dan knock.
Contoh Kalimat:
Ricky jump from bed ( Ricky melompat dari kasur)
She hit me with a book (Dia memululku dengan sebuah buku)


2. Stative Verb
Beberapa contoh stative verb berdasarkan jenisnya adalah sebagai berikut :
a. Jenis Emotions
Kata yang termasuk dalam jenis emotian adalah appreciate, love, hate, like, dan  dislike.
Contoh kalimat:
I love my family ( Saya mencintai keluarga saya)
I hate monday ( Aku benci hari senin )
b. Jenis Mental States
Kata yang termasuk dalam jenis Mental States adalah agree, know, remember, think, dan understand.
Contoh kalimat:
She agree with you (Dia setuju kepadamu)
I think I  understand what you mean ( aku pikir aku mengerti apa maksudmu)
c. Jenis Senses or Appearance
Kata yang termasuk dalam jenis Senses or Appearance  adalah hear, see, smell, sound, taste, appear, dan seem.
Contoh kalimat:
I hear you voice ( aku mendengar suaramu)
You smile when you see her eyes ( kamu tersenyum saat melihat kedua matanya)
d. Jenis Need & Preference
Kata yang termasuk dalam jenis Need & Preference adalah desire, need, prefer, want, dan wish.
Contoh kalimat:
I need your help (aku membutuhkan bantuanmu)
I want you come to my house (aku ingin kamu datang kerumahku)
e. Jenis Possession
Kata yang termasuk dalam jenis Possession adalah belong, have, own, dan  possess.
Contoh kalimat:
You belong with me (tempatmu disisiku)
f. Jenis Measurement
Kata yang termasuk dalam jenis Measurement adalah cost, owe, dan weigh.
I owe you a glass of coffee. (Aku  berhutang padamu segelas kopi.)



Tidak ada komentar:

Posting Komentar