Kamis, 23 November 2017

Tugas Ilmu Budaya Dasar 3

Kisah Hidup Seorang Oprah Winfrey


        
         Oprah Gail Winfrey atau yang biasa dikenal dengan Oprah Winfrey lahir di KosciuskoMississippi, Amerika Serikat, pada 29 Januari 1954 adalah seorang selebriti dan pengusaha Amerika Serikat yang namanya melambung setelah membawakan sebuah acara bincang-bincang yang sangat populer, The Oprah Winfrey ShowDengan kekayaan sekitar 1,3 miliar dolar AS, ia masuk dalam daftar miliarder di dunia.



         Orangtua Oprah Winfrey bermaksud menamainya Orpah, seperti yang terdapat di dalam Alkitab, tetapi sang bidan yang mencatat kelahiran itu tidak dapat mengeja dengan baik, sehingga namanya menjadi Oprah Winfrey. dan ayahnya mantan serdadu yang kemudian menjadi tukang cukur, sedang ibunya seorang pembantu rumah tangga. Karena keduanya berpisah maka Oprah kecil pun diasuh oleh neneknya di lingkungan yang kumuh dan sangat miskin.      
         Ketika berusia enam tahun, ibunya, Vernita, mendapatkan pekerjaan sebagai pembantu di MilwaukeeWisconsin dan akhirnya mengambil Oprah kembali dari neneknya. Di Milwaukee, ia harus tinggal dalam satu kamar bersama ibu dan dua saudara tiri, laki – laki dan perempuan. Setiap hari Vernita meninggalkan anak-anak itu pagi-pagi sekali dan baru pulang pada malam hari, sehingga ia tidak punya waktu untuk keluarganya.
         Agar ibunya memperhatikannya, Oprah sering kabur dari rumah. Pada usianya yang ke-9, ia mengalami pelecehan seksual oleh sepupunya yang berusia 19 tahun yang sedang bertugas menjaganya. Oprah yakin itu kesalahannya dan tidak menceritakan apa yang ia alami kepada siapapun.
Menginjak usia 14 tahun, Oprah hamil dan bayinya meninggal tidak lama setelah dilahirkan. Ketika Oprah melarikan diri selama satu minggu, ibunya memutuskan untuk mengirim Oprah hidup bersama ayahnya di Nashville. Oprah yang benar–benar takut dengan ayahnya, kalau sampai ia sanggup tinggal bersama ayahnya, ia akan mengubah hidupnya, ia akan menunjukan siapa dia yang sebenarnya. Dia diwajibkan membaca buku dan membuat ringkasannya setiap pekan. Walaupun tertekan berat,namun kelak disadari bahwa didikan keras inilah yang menjadikannya sebagai wanita yang tegar, percaya diri dan berdisiplin tinggi. Prestasinya sebagai siswi teladan di SMA membawanya terpilih menjadi wakil siswi yang diundang ke Gedung Putih. Beasiswa pun di dapat saat memasuki jenjang perguruan tinggi.


         Pada usia 16 tahun, Oprah menempuh perjalanan ke Los Angeles untuk menjadi pembicara di suatu gereja.
Pada usia 17 tahun, dia memperoleh pekerjaan pertamanya di dunia pertunjukan sebagai penyiar berita di stasiun radio lokal. Mereka bahkan membayarnya $100 per minggu, yang terhitung besar buat siswa sekolah menengah pada tahun 1970-an.
         Karirnya dimulai sebagai penyiar radio lokal saat di bangku SMA. Karir di dunia TV di bangun diusia 19 tahun. Dia menjadi wanita negro pertama dan termuda sebagai pembaca berita stasiun TV lokal tersebut. Oprah memulai debut talkshow TV dalam acara People Are Talking. Dan keputusannya untuk pindah ke Chicago akhirnya membawa Oprah ke puncak karirnya. The Oprah Winfrey Show menjadi acara talkshow dengan rating tertinggi berskala nasional. Sungguh luar biasa! Tayangan acaranya di telivisi selalu sarat dengan nilai kemanusiaan, moralitas dan pendidikan, menyelamatkan keluarga, inspirasi perjuangan hidup. Oprah sadar, bila dia bisa mengajak seluruh pemirsa telivisi, maka bersama, akan mudah mewujudkan segala impiannya untuk membantu mereka yang tertindas atau kekurangan.
         Oprah juga dikenal dengan kedermawanannya. Berbagai yayasan telah disantuni, antara lain, rumah sakit dan lembaga riset penderita AIDs, berbagai sekolah, penderita ketergantungan, penderita cacat dan banyak lagi. Dan yang terakhir, pada 2 januari 2007 lalu, Oprah menghadiri peresmian sekolah khusus anak-anak perempuan dikota Henley-on-Klip, di luar Johannesburg, Afrika selatan, yang didirikannya bersama dengan pemirsa acara televisinya. Oprah menyisihkan 20 juta pounsterling atau 340 millyar rupiah dari kekayaannya. “Dengan memberi pendidikan yang baik bagi anak2 perempuan ini, kita akan memulai mengubah bangsa ini” ujarnya berharap.


         Kisah Oprah Winfrey ialah kisah seorang anak manusia yang tidak mau meratapi nasib. Dia berjuang keras untuk keberhasilan hidupnya, dan dia berhasil. Dia punya mental baja dan mampu mengubah nasib, dari kehidupan nestapa menjadi manusia sukses yang punya karakter, pendirian yang kokoh, semangat hidup dan menyemangati orang lain.

Sabtu, 28 Oktober 2017

Tugas Ilmu Budaya Dasar 2


A. Cerpen Cinta Kepada Lawan Jenis

Pacarku, Sahabatku

                  “Lo  dapet kelas apa Di?” tanya gue pada Aldi. Aldi adalah sahabat Thasya sejak di bangku Sekolah Dasar, bahkan sejak kelas satu. “IPS 3, lo?” jawab Aldi dengan dingin. “Yaelah lo dari SD gapernah berubah ya. Kita udah SMA woi! Pantes ya dari dulu gapunya pacar” jawab Thasya sambil memasang muka mengejek. “Gue nanya malah ngatain” kata Aldi sambil memasang muka dingin, “Gue dapet IPS 2, tenang-tenang kelas kita sebelahan. Jadi kalo kangen deket” jawab Thasya sambil terus memasang muka mengejek.
                  Hari ini adalah ketiga Thasya dan Aldi masuk SMA di tahun ajaran baru. Dan, lagi-lagi Thasya dan Aldi berada di satu sekolah yang sama . “Di gue belum sarapan masa, lupa” tiba-tiba Thasya berhenti ditengah jalan menuju kelas . “Lah terus? Gue harus jungkir balik gitu?” jawab Aldi “Tau ah! Gue mau masuk kelas aja!” Thasya pun langsung  memasuki kelas untuk mencari tempat duduk yang kosong.
                  “Sya, dicariin tuh. Cogan anaknya,” teriak Rena pada Thasya yang sedang membaca novel, Thaysa sudah mengenal beberapa murid sekelas yang kebetulan dari SMP yang sama. Saat keluar dari kelas Thasya langsung memasang wajah menyebalkan “Mau apa? Kangen ya lo sama gue? Iya gue tau gue ngangenin kok” teriak Thasya yang menyebabkan beberapa siswi menoleh dan berbisik satu sama lain, bilang Thasya beruntung karena Aldi termasuk dalam golongan ‘cogan’
                   “Belum makan aja suaranya gini, apalagi udah makan. Nih buat lo” Aldi pun menyerahkan makanan yang tadi ia beli dikantin setelah Thasya masuk kekelas, “Wah makasih loh DI! Emang ya lo tuh sahabat rasa pacar,” Thasya pun langsung mengambil roti dan susu cokelat yang diberi Aldi.
                  Thasya berdiri di pinggir trotoar sambil melihat jam berkali-kali. Berharap Ayahnya segera datang menjemput, tapi Thasya malah mendapatkan pesan singkat dari Ayahnya yang mengharuskan Thasya pulang sendiri. Saat Thasya sedang berjalan ke tempat yang lebih mudah mendapat angkutan umum, seseorang dengan ninja hitam mendekat “Princess masa jalan kaki,” Thasya sudah sangat hafal dengan pemilik suara tersebut. “Apa banget si Di, Ayah gue gabisa jemput katanya. Jadi gue pulang sendiri,” dengan muka merah karena panas terik matahari yang menyengat.
                  “Kita mau kemana si Di?” tanya Thasya yang sudah duduk dibelakang motor Aldi karena Aldi memaksanya untuk pulang bersama, “Udah si diem aja dulu,” jawab Aldi singkat. Setelah lima belas menit perjalanan, akhirnya mereka tiba di taman yang berada tidak jauh dari rumah Thasya, “Maaf ya Sya, gue anterin sampe sini aja. Gue lupa gue ada urusan penting” kata Aldi dengan muka ciri khasnya yang datar.

                  “Dasar Aldi nyebelin! Ini mah ganiat nganterin gue pulang! Udah diturunin ditaman, mukanya ga bersalah lagi,” cibir Thasya. Thasya pun dengan berat hati berjalan kaki untuk sampai kerumah, tapi ditengah perjalanan seorang anak kecil menghampirinya dengan membawa bunga mawar favorit nya.
                  “Kak ini buat kaka.”
                  “Eh? Buat gue?”
                  “Iya buat kaka.”
                  Thasya yang kebingungan pun hanya mengucapkan terima kasih. Tetapi, beberapa detik setelahnya anak lain juga membawakan bunga mawar yang diberikan kepadanya. Setelah bingung dengan sepuluh anak yang datang padanya dan tiba-tiba memberikan masing-masing satu tangkai bunga mawar, Thasya  berjalan sambil kebingugan.
                  Setelah sampai dipagar rumah, Thasya mematung dengan pipi bersemu merah. Ia menemukan Aldi di taman depan rumahnya yang sudah dihias sedemikian rupa. “Di lo ngapain? Katanya tadi ada urusan?” tanya Thasya sambil berjalan mendekati Aldi di taman rumahnya.              
                  “Oke sekarang gue jelasin. Pertama, gue bohong tentang gue ada urusan. Kedua, pasti lo bingung kan sama bunga yang dikasih sama anak-anak pas lo jalan tadi? Itu dari gue. Ketiga, Ayah lo gajemput emang sengaja biar lo pulang sama gue. Dan terakhir, ini bukan jawaban, penjelasan, atau jawaban. Ini perintah, mulai sekarang lo jadi pacar gue.”
Aldi berkata dengan nada dingin disertai wajah datarnya yang menjadi idola para putri
                  “Sejak kapan lo suka sama gue?”
                  “Udah lama, emang menurut lo kenapa gue gapunya pacar?”
                  “Lah? Emang kenapa”

                  “Nunggu waktu yang tepat buat nembak lo lah”.

Tugas Ilmu Budaya Dasar 2

KEBUDAYAAN JAWA TENGAH



Oleh:
1.        Candra Ade Irawan               (11217290)
2.        Dwi Aulia Rahma                  (11217811)
3.        Karina Permata Nurfianti       (13217139)
4.        Nabila Meiliana Putri             (14217338)
5.        Rumman                                  (15217418)
6.        Shahira Sandra NM               (15217619)




FAKULTAS EKONOMI JURUSAN MANAJEMEN
UNIVERSITAS GUNADARMA
2017





SUKU JAWA
Suku Jawa merupakan suku bangsa terbesar di Indonesia yang berasal dari Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Setidaknya 41,7% penduduk Indonesia merupakan etnis Jawa. Sebelumnya suku Jawa berjumlah 47,05% pada tahun 1930 yang diadakan oleh pemerintahan kolonial Belanda pada waktu itu. Penurunan ini terjadi karena banyaknya orang Jawa yang menjadi bagian dari etnis setempat di beberapa daerah di Indonesia.[3] Selain di ketiga provinsi tersebut, suku Jawa banyak bermukim di Lampung, Jakarta, Sumatera Utara, Riau, Sumatera Selatan, Banten dan Kalimantan Timur. Di Jawa Barat mereka banyak ditemukan di Kabupaten Indramayu, Kabupaten Cirebon, dan Kota Cirebon. Suku Jawa juga memiliki sub-suku, seperti Suku Osing, Orang Samin, Suku Tengger, dan lain-lain. Selain itu, suku Jawa ada pula yang berada di negara Suriname, Amerika Selatan karena pada masa kolonial Belanda suku ini dibawa ke sana sebagai pekerja dan kini suku Jawa di sana dikenal sebagai Jawa Suriname.
1.         Adat istiadat Suku Jawa saat wanita hamil
Pasti semua orang menggap bahwa ketika seorang perempuan hamil itu harus benar-benar dijaga supaya tidak akan terjadi hal-hal yang buruk menimpa dan anaknya.
Didalam Adat istiadat suku jawapun mempunyai kepercayaan-kepercayaan seperti  ini. Ketika seorang perempuan sedang hamil/mengandung bayi didalam perutnya, didalam suku jawa seorang perempuan yang sedang mengandung itu akan benar-benar yang namanya dijaga, supaya tidak akan terjadi hal yang buruk menimpa perempuan dan calon anaknya itu. Untuk mengenai hal ini, biasanya didalam penduduk suku jawa akan menyelenggarakan acara semacam selamatan-selamatan.
Mengadakannya acara selamatan ini dilakukan selama dua kali selama masih pada masa-masa mengandung/kehamilan, pertama adanya acara selametan ini ketika usia sang bayi didalam kandungan mencapai tiga bulan, dan acara selamatan yang kedua ini dilakukan ketika usia sang bayi sudah mencapai umur 7 bulan. Ketika setiap melakukan selamatan-selamatan itu ada namanya tersendiri, yaitu selamatan-selamatan yang pertama itu diberi dengan sebutan nama “Neloni”, dan selamatan yang kedua atau yang terakhir ini disebut dengan sebutan nama “Mitoni”.
Ketika kedua selamatan itu dijalankan, maka akan dibuatnya beberapa jenis makanan untuk dibagikan kepada kerabat-kerabat terdekat, atau diberikan kepada tetangga-tetangga. Makanan-makanan yang dibuat itu seperti jenang blowok, apa jenang blowok itu? Jenang blowok itu adalah kue yang dibuat dari tepung terigu dengan dilengkapi oleh bungkusan daun nangka. Selain dari jenang blowok juga ada makanan yang namanya trancam, trancam itu adalah makanan yang dibuat dari potongan-potongan timun, kacang toro, tempe goreng, dan setelah itu dicampur dengan parutan kelapa. Jenis-jenis makanan yang telah disebutkan pada tulisan diatas ini memang harus dibuat ketika adanya acara seperti selametan ketika wanita hamil dan tidak boleh yang namanya ditinggalkan. Ada salah satu ritual yang harus dilakukan untuk ibu hamil, ritual untuk ibu hamil itu disebut dengan tingkeban (Upacara kehamilan 7 bulan). Ketika berjalannya ritual ini, perempuan yang sedang mengandung itu akan dimandikan dengan air yang dicampur bunga-bunga. Selain itu, kain yang akan digunakan sebagai kemben pun harus 7 jumlahnya, dan digunakan secara bergantian ketika acara tingkeban berlangsung.
Apabila bayi yang sedang dikandung oleh perempuan itu sudah lahir, didalam suku Jawa juga mempunyai ritual (Selamatan) khusus untuk menyambutnya lahirnya si dedek bayi. Adanya ritual (Selametan) ini berfungsi untuk memberi keselamatan pada dedek bayi yang baru lahir, dan menjaga dedek bayi dari kejadian-kejadian butuk yang akan menimpanya.

2.           Upacara Sekaten
Didalam suku jawa adanya upacara sekaten ini merupakan bentuk rasa hormat masyarakat Jawa kepada Baginda Nabi Rasulullah SAW yang mana Rasulullah SAW ini sudah menyebarkan agama yang mulia (Islam) di tanah Jawa ini. Selain itu, upacara sekaten juga merupakan upacara peringatan kelahiran Rasulullah SAW yang mana upacara sekaten ini diadakan selama 7 hari. Pada saat ini upacara sekaten ini masih dilestarikan di kawasan kerajaan-kerajaan, seperti di Yogyakarta dan Kota Solo. Bahkan ketika upacara sekaten dimulai, dari pihak kerajaan keraton didaerah Surakarta ini mengeluarkan 2 jenis alat musik gamelan, yaitu gamelan Guntur Sari, dan gamelan Kyai Gunturmadu.

3.           Upacara Kenduren
Sesaji identik dengan upacara adat suku jawa ini, yaitu upacara kenduren atau lebih dikenal oleh orang-orang sebagai sebutan nama selamatan. Adanya upacara kenduren ini meruapakan hasil penggabungan budaya Jawa dan agama Islam di pada abad 16 masehi. Pada awalnya, upacara kenduren ini menggunakan doa-doa agama budha atau menggunakan doa-doa agama hindu. Kemudian setelah mengalami penggabungan dengan agama Islam, digantikanlah doa-doa itu menjadi doa-doa yang biasa digunakan di agama Islam. Begitu juga dengan sesaji yang dulu biasanya digunakan ketika adanya upacara kenduren ini, namun pada saat ini sesaji-sesaji itu tidak di gunakan lagi. Untuk saat ini upacara kenduren ini hanya ditujukan untuk makan-makan bersama, itupun sebagai tanda syukur kepada Allah SWT, bukan untuk persembahan-persembahan seperti budaya Kejawen pada zaman dulu.

4.           Upacara Pernikahan
Pernikahan tradisional adat Jawa ini sangat dikenal dengan kesuciannya, bahkan sampai saat ini pernikahan tradisional adat Jawa masih dilestarikan.
Dibawah ini akan ada urutan-urutan pernikahan tradisional adat Jawa:
1.Siraman.
Upacara Siraman mengandung makna memandikan calon mempelai yang disertai dengan niat membersihkan diri agar menjadi bersih dan suci lahir dan batin.
Urutan tahapannya yaitu calon pengantin memohon doa restu kepada kedua orangtuanya, kemudian mereka (calon pengantin pria dan wanita) duduk di tikar pandan, lalu disiram oleh pinisepuh, orang tua dan orang lain yang telah ditunjuk.
Terakhir, calon pengantin disiram air kendi oleh ibu bapaknya sambil berkata “Niat Ingsun ora mecah kendi nanging mecah pamore anakku wadon” dan kendi kosongnya dipecahkan ke lantai.
2.Ngerik.
 Calon pengantin dikerik atau dialub-alubi. Rambut serta bulu-bulu halus yang tumbuh diluar cengkorongan paes mesti di hilangkan. Cara mengeriknya dengan memakai pisau cukur dengan cara hati-hati. Awal mula dikerik rambut halus yang tumbuh diantara penuggul serta pengapit, lalu rambut dibagian pada pengapit serta penitis, pada penitis dengan godheg. Sisi di seputar alis juga mesti dikerik supaya terlihat bersih serta untuk membereskan bentuk alis hingga terlihat lebih indah. Tak lupa bulu-bulu halus yang tumbuh diatas bibir seputar pipi serta tengkuk’
3.Midodareni.
Upacara adat Midodaren berarti menjadikan sang mempelai wanita secantik Dewi Widodari. Orang tua mempelai wanita akan memberinya makan untuk terakhir kalinya, karena mulai besok ia akan menjadi tanggung jawab sang suami.
4.Serah-serahan.
menyerahkan kebutuhan dari ujung rambut sampai ujung kaki yang disiapkan pengantin pria
5. Nyantri atau Nyatrik
Upacara penyerahan dan penerimaan dengan ditandai datangnya calon mempelai pria berserta pengiringnya.
Dalam prosesi acara pernikahan ini calon mempelai pria mohon diijabkan, atau jika acara ijab diadakan besok, kesempatan ini dimanfaatkan sebagai pertemuan perkenalan dengan sanak saudara terdekat di tempat penganttn pria.
Jika ada kakak wanita yang dilangkahi, acara penting lainnya yakni pemberian restu dan hadiah yang disesuaikan kemampuan pengantin dalam Plangkahan.
Lalu acara puncak:
a. Upacara Ijab Qobul
Sebagai prosesi pertama pada puncak resepsi ini adalah pelaksanaan ijab qobul yang melibatkan pihak penghulu dari KUA. Setelah acara ini berjalan dengan lancar dan sah, maka kedua pengantin telah resmi menjadi sepasang suami istri.
b. Upacara Panggih
Setelah upacara ijab qobul selesai, selanjutnya dilanjutkan dengan upacara panggih yang meliputi:

• Liron kembar mayang atau saling menukar kembang mayang dengan arti dan tujuan bersatunya cipta, rasa dan karsa demi kebahagiaan dan keselamatan.

• Gantal atau lempar sirih dengan harapan semoga semua godaan hilang terkena lemparan tersebut.

• Ngidak endhog atau mempelai pria menginjak telur ayam lalu dibersihkan atau dicuci kakinya oleh mempelai wanita sebagai lambang seksual kedua pengantin telah pecah pamornya.

• Minum air degan (air buah kelapa) yang menjadi simbol air hidup, air suci, air mani dan dilanjutkan dengan di-kepyok bunga warna-warni dengan harapan keluarga mereka bisa berkembang segala-segalanya dan bahagia lahir batin.

• Masuk ke pasangan mempunyai arti pengantin menjadi pasangan hidup siap berkarya melaksanakan kewajiban.

• Sindur yakni menyampirkan kain (sindur) ke pundak mempelai dan menuntun mempelai pengantin ke kursi pelaminan dengan harapan keduanya pantang menyerah dan siap menghadapi segala tantangan hidup.

Setelah upacara panggih, kedua pengantin diantar duduk di sasana riengga. Setelah itu, acara pun dilanjutkan.

• Timbangan atau kedua mempelai duduk di pangkuan ayah mempelai wanita sebagai lambang sang ayah mengukur keseimbangan masing-masing mempelai.

• Kacar-kucur dilaksanakan dengan cara mempelai pria mengucurkan penghasilan kepada mempelai wanita berupa uang receh beserta kelengkapannya. Lambang bahwa kaum pria bertanggung jawab memberi nafkah kepada keluarga.

• Dulangan atau kedua pengantin saling menyuapi. Mengandung kiasan laku perpaduan kasih pasangan pria dan wanita (simbol seksual). Ada juga yang memaknai lain, yakni tutur adilinuwih (seribu nasihat yang adiluhung) disimbolkan dengan sembilan tumpeng.

5.           Upacara Tedhak Sinten
Tedak siten ini adalah selamatan, yang mana didalam kebudayaan adat Jawa harus mengadakan tedak siten. Selamatan ini dimulai dari si bayi sudah mulai bisa belajar berjalan. Di beberapa bagian kawasan lain yang berada di Negara Indonesia mengenal tradisi ini dengan sebutan nama turun tanah. Dalam upacara tedak siten ini tidak ada maksud tujuan   lain/tujuan yang berkaitan dengan hal-hal mistik. Upacara tedak siten ini tujuannya hanya untuk mengungkapka rasa syukur kepada sang pecipta, karena Allah telah memberikan nikmat kesehatan, dan nikmat kesempurnaan fisik pada sang bayi.

6.           Upacara Kematian

Apabila ada salah satu penduduk suku Jawa ada yang meninggal, ritual ada istiadat jawa pun tidak akan lepas untuk mengirinya. Yang dimaksud dengan ritual ini adalah supaya orang yang meninggal dunia dapat mendapatkan tempat yang terbaik di akhirat nanti. Ritual (Selamatan). Biasanya sebelum jenazah dibawa ke pemakaman itu ada ritual-ritul khusus yang dilakukan oleh seluruh pihak keluarga si jenazah tersebut. Ritual yang biasa diakukan ini adalah brobosan namanya, yang mana brobosan ini melintas di bawah mayat yang telah diatas tandu dengan cara berjongkok. Sesudah melakukan brobosan, ritual adat istiadat suku Jawa pun belum selesai. Ritual ini dinamakan sebagai istilah sebutan Selamatan. Selamatan orang meninggal ini dilakukan selama tujuh hari secara berturut-turut, dan acara salamatan ini dilakukan ketika malam hari sesudah solat maghrib atau sesudah solat isya.



PERCAKAPAN WAWANCARA:
Pewawancara: selamat siang ibu
Narasumber: iya nak 
Pewawancara: kami ingin mewawancarai ibu sebagai seorang yang berketurunan Jawa. Ibu pasti tau tentang adat pernikahan jawa, bisa diceritakan bu adat pernikahan jawa seperti apa?
Narasumber: sebenarnya adat pernikahan Jawa itu terkenal dengan adat yang lumayan rumit ya, karna terdiri dari banyak sekali step untuk menuju pernikahan
Pewawancara: bisa diceritakan bu salah satu hal yang wajib dilakukan dalam adat pernikahan Jawa?
Narasumber: ada tradisi Injak Telor, yaitu pengantin menginjak telur. Telur dimaknai sebagai harapan agar pengantin memiliki keturunan yang merupakan tanda cinta kasih berdua. Setelah menginjak telur, pengantin wanita akan membasuh kaki pengantin pria yang merupakan lambang kesetiaan seorang istri pada suaminya.
Pewawancara: kenapa orang Jawa tetap melaksanakan tradisi pernikahan tersebut? Bukan kah dengan banyaknya tradisi memakan banyak waktu dan materi? Dan juga melelahkan?
Narasumber: tidak, malah kami sebagai orang Jawa senang dengan banyak tradisi tersebut. Tradisinya kan juga bukan sembarangan semuanya kan ada maknanya, jadi ikhlas, Insyaallah diberkahi Gusti Allah.
Pewawancara: apakah sekarang masih banyak orang-orang jawa yang tetap melaksanakan adat tersebut?
Narasumber: wah masih banyak, karna kami percaya akan berkah yang mengalir setelahnya
Pewawancara: biasanya siapa saja bu yang bisa melaksanakan pernikahan dengan adat jawa tersebut?
Narasumber: biasanya mempelai wanita yang mempunyai keturunan jawa akan melaksanakan pernikahan adat jawa. Tapi itu juga tidak harus, terserah kepada masing-masing anggota
Pewawancara: baiklah. Terimakasih ibu atas waktu dan informasinya yang sangat berharga
Narasumber: iya nak sama-sama. semoga bermanfaat



Sesi Dokumentasi: